Welcome to Woman Of Courage ID. You speak English? Why don't you check my UK blog HERE!

Apa Hubungannya Pernikahan Dengan Hiking?


Apa hubungannya pernikahan sama hiking? Ga ada kan? Mungkin memang gak ada, tapi di postingan ini aku mau berbagi sedikit tentang perjalananku sewaktu hiking ke Curbar Edge hari Minggu kemarin. Terus kenapa bawa-bawa pernikahan? Misleading nih judulnya, mbak Fil!

Bear with me, guys. Postingan ini memang sebuah postingan refleksi dari perjalananku dengan Andrew dan Shine (seorang kawan dari Cina) sewaktu hiking kemarin.

English Tea Time: Resep Mudah Victoria Cake




Kali ini aku mau berbagi resep kue klasik yang menjadi quintessential di Inggris saat tea time. Orang sini biasanya juga menyebut kue ini Victoria Sandwich Cake. Resepnya super mudah dan bahan-bahannya sangat mudah didapat, jadi jangan ragu untuk mencobanya ya. Yuk kita mulai saja.

Mengicip Kuliner Malaysia di Little Penang London


Sore itu, seusai aku dan Andrew mengurus aplikasi visa di Home Office Croydon, London, kami pergi ke China Town untuk bertemu teman baik kami, Kendrick. Tepat pukul 18:00 kami kelaparan hebat. Kamipun memutuskan untuk pergi ke Little Penang sebuah restoran yang menyajikan beragam makanan khas Malaysia.

4 Pelajaran Berharga dari Solo Trip di Skotlandia


Hujan sudah berhenti. Awan gelap telah hilang dari langit. Aku tiba di Fionnphort, sebuah pelabuhan kecil di Isle of Mull, Skotlandia. Aku sedang dalam perjalanan ke Iona. Dari tempatku berdiri, aku sudah bisa melihat pulau Iona. Hanya butuh lima belas menit lagi dengan kapal feri untuk bisa menginjakkan kakiku di pulau itu. Aku melompat ke feri, kewalahan tapi tetap bersemangat.

Menembus Hutan Belantara ke Lady Bower Reservoir


Kalau kalian nge-follow aku di Instagram, kalian mungkin sudah tahu kalau aku dan Andrew sempat pergi berkemah di Peak District. Kalian bisa nonton video di akhir posting ini atau kalian juga bisa cek langsung di channel Youtube ku di sini.

Kami menempuh perjalanan sekitar dua jam berkendara dari Beeston, Nottingham ke Swallowholme, sebuah situs berkemah di Peak District. Tempatnya cukup bagus, dan fasilitasnya yang cukup lengkap seperti meja piknik, kamar mandi dengan air hangat, toilet, listrik, juga wifi. Pemiliknya juga sangat ramah. Kalian gak akan bosan berada di perkemahan itu karena mereka juga menyediakan banyak buku dan permainan yang bisa dipinjam secara gratis. Satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah lokasi perkemahan yang dekat dengan kereta api dan jalan raya. Aku bisa mendengar mesin mobil dan kereta lewat, dan itu sedikit mengganggu, khusunya pada malam hari.

Menikah di Inggris: Registry Office


Hari ini tepat sepuluh hari menjelang hari pernikahan gue. Dan kali ini gue mau share sedikit tentang perjuangan gue dan Andrew selama mengurus surat legal demi berlangsungnya pernikahan kami nanti. Menikah di negeri orang sudah pasti akan berurusan dengan status imigrasi kita. Jadi jangan harap bisa nikah kalo status kita imigran gelap. Apalagi UK semakin hari semakin memperketat undang-undang imigrasi mereka.

Biasanya orang Asia yang mau menikah dengan British citizen harus mendaftar fiance visa dulu, kecuali kalo kalian bakal menikah di luar UK. Proses unuk mendapatkan visa ini juga gak mudah loh, lantaran ada persyaratan keuangan yang harus dipenuhi demi mendapat status eligible to apply. Beruntunglah gue yang memang sudah tinggal di Inggris sejak tahun 2013 lalu dengan visa Charity Worker (Tier 5). Karena gue sudah di Inggris, gue gak perlu apply fiance visa. Tapi masih ada tahap rumit yang harus dilewati.

Empat Bulan menuju British-Indonesian Wedding

Time flies. Tak terasa hari pernikahan gue dengan mas sebentar lagi. Empat bulan lagi gue akan bersanding dengan Andrew di altar. Gue yakin banget di hari itu gue bakal deg-degan abis, sementara orang-orang akan jadi saksi betapa pendeknya gue di banding Andrew yang jangkung (salah fokus).


Empat bulan tuh bakal terasa cepat banget, padahal masih banyak yang harus disiapin. Mempersiapkan perikahan di sela-sela kesibukan kerja dan growing business ternyata stressful banget. Apalagi gue jauh dari keluarga dan harus nyiapin pernikahan ini berdua saja dengan tunangan gue. Syukurlah soal gedung udah beres dan minggu depan mau rapat dengan orang dari katering. Minggu ini kami coba atur janji dengan Registry Office. Duh ini gue keki abis, takut kalo harus diproses lebih lanjut sama imigrasi. Maklumlah ya, banyak pernikahan antara UK citizen dengan orang luar Eropa yang palsu, a.k.a fake wedding, di mana pernikahan dipakai untuk melegalkan seseorang untuk bisa cari duit di sini. Setahu gue malah ada loh agennya. Itulah salah satu alasan kenapa makin ketat aja hukum yang mengatur soal imigrasi dan pernikahan di sini. Sudah pasti gue dan Andrew nanti bakalan di wawancara terpisah. Di tanya macam-macam dan harus bisa membuktikan kalau kami memang pasangan jujur. Well, logikanya sih gue nih yang bakal diberondong abis dengan pertanyaan menyelidik.

Untuk konsep resepsi pernikahan gue nanti, gue maunya sederhana dan arty-crafty. Untuk warna, Andrew maunya warna ungu. Gue juga bingung dia ini somehow mempengaruhi gue untuk suka warna ungu. Cincin tunangan yang gue pakai sekarang ini Ametis warna ungu. Semua orang pikir itu batu kelahiran gue, padahal alasan Andrew pilih warna ungu karena ungu melambangkan kehormatan dalam Alkitab. Hihihi. Gue pribadi gak terlalu ribet soal warna, jadi gue setuju pakai ungu. 

Karena gue dan Andrew berbeda kewarganegaraan, pernikahan kami tentu akan bernuansa Inggris-Indonesia. To be fair though, mungkin kami gak bisa maksain semua dekorasinya serba Inggris-Indonesia, tapi akan ada beberapa DIY yang menonjolkan tema ini. Berikut beberapa DIY yang sudah masuk dalam daftar: 

1. Handmade 'entrance'
Gue pengen di pintu masuk gedung resepsi ada map yang kurang lebih kayak gini. Untuk konsep detailnya masih digarap. 


2. Union Jack + Indonesian Flag Muffin Topper
Kalo ini gak perlu bikin konsep macam-macam, tinggal bikin lah gampang. Belum tahu sih apakah nanti kami pakai cupcake atau cemilan lain, yang jelas dibikin saja dulu toppernya. Oh ya, gue juga mau minta keluarga gue untuk bawain beberapa cemilan Indonesia. Mungkin Union Jack ini nantinya bisa ditusukkin ke dodol kan ye. Hahahaha. 

3. Typically English, Indonesian photo booth props
Detail untuk ini masih belum kepikiran euy, Kalian ada saran gak?

4. Nation table
Karena konsepnya mau bertemakan Love beyond Nationality, maunya nanti di setiap meja akan disetting dengan nama negara yang gue dan Andrew pernah kunjungi waktu masih single. 

Sementara itu dulu update-an gue. Empat bulan bukan waktu yang lama, tapi gue akan mencoba semaksimal mungkin untuk bikin satu-persatu dekorasi yang gue mau. Kalau mau tahu update berikutnya, jangan lupa subscribe blog gue ya. 


77fe17a4a41cea9031fe630ad204ad08b5ae26cac50e0b92c8

Cek VLOG terbaruku