Welcome to Woman Of Courage ID. You speak English? Why don't you check my UK blog HERE!

Kunjungi Bali modal Sikil

By 25 July



Perjalanan ini bermodalkan niat yang sedikit nyerempet dengan nekat, doa, dan juga mata uang Indonesia yang kalo dituker dolar cuma dapet US$ 70-100. Tapi yang nggak kalah penting adalah modal sikil (bhs jawa "kaki"). Mau backpacking yah harus berani capek.



Seminggu sebelum tanggal keberangkatan saya udah beli tiket karena takut kehabisan seperti pengalaman sebelumnya. Perjalanan kami start dari Stasiun Jatinegara. Kereta bernama "Gaya Baru Malam" yang tidak diketahui jenis kelaminnya ini berangkat jam 12.30 teng. Kalo ente ngaret resiko tiket kereta seharga Rp.33.500 ente melayang dan ente bisa gagal pergi. Hehehe...

Bersiaplah untuk diserang kebosanan akut selama 16 jam duduk di kereta. Tips untuk mengusir kebosanan: beli TTS seribuan isi rame-rame dan kalo nggak tau jawaban TTS nya jangan malu bertanya pada orang-orang di sekitar. 

Perjalanan Jakarta-Surabaya nggak teralu membosankan buat kami karena selain berhasil membunuh jemu dengan isi TTS, kebetulan kami duduk berhadapan dengan 3 ibu perkasa yang lucu-lucu dan punya segudang tingkah seru. Ada saja ulah mereka yang membuat kami ngakak dan bahkan nggak bisa tidur. Kami juga sempet buka kursus bahasa batak singkat buat para ibu perkasa. Wah pertemuan dengan mereka rasanya sulit terlupakan Hihihihi.

Sekitar pukul 3.30 a.m. kami sampai di Stasiun Gubeng, Surabaya. Masih terlalu pagi untuk melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi. Loket stasiun sendiri baru buka jam 5.00 a.m. Sembari menunggu kami cuci muka, gosok gigi, mandi, nyisir, pake minyak wangi dan tebar pesona sama nyamuk-nyamuk yang menjajah wilayah stasiun. Aduh bro! Nyamuknya banyak banget di sana!


Jam 5.00 kami beli tiket. Kereta ekonomi bernama "Sri Tanjung" yang kalo dilihat dari namanya tergolong perempuan ini baru datang jam 2 siang. Kalo dihitung itu berarti mau nggak mau kami harus nunggu 9 jam untuk melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi. Sebenarnya ada kereta kelas Bisnis/ Eksekutif  jurusan Banyuwangi yang berangkat lebih pagi (sekitar jam 9). Tapi nggak cihuy ah sama harganya. Yah inilah derita backpacker bermodal ekonomis yang jodohnya sama kereta ekonomi. Kami lebih memilih menunggu demi menduduki singgasana kereta ekonomi bertarif Rp.24.000 dibanding naik bisnis/ eksekutif yang tarifnya mulai dari Rp.90.000.Sambil menunggu, kami memutuskan keluar dari stasiun dan berjalan-jalan melihat-lihat kota Surabaya.


Kereta Sri Tanjung datang lebih awal beberapa menit. Beruntunglah kami sudah kembali ke stasiun saat itu. Karena Sri Tanjung nggak memberlakukan tiket dengan nomor duduk, maka bersiaplah untuk adu cepat dengan penumpang lain supaya bisa dapet tempat duduk. Karena saat itu kereta sudah cukup penuh, kami duduk terpisah-pisah. Beruntung masih bisa duduk :) Kereta pun berangkat ditemani terik matahari yang kurang ajar siang itu. Puanas banget cuy!


Perjalanan yang kami temouh dari St.Gubeng, Surabaya sampai St. Banyuwangi Baru memakan waktu sekitar 7 jam lebih-lebih dikit. Jam 9 mendekati setengah 10 kami sampai di St. Banyuwangi. Hati-hati nih kawan yang belum tahu situasi di sana, kalo ditawarin becak untuk ke Pelabuhan Ketapang jangan mau. Waktu itu saya dipaksa naik becak bayar 10.000. Padahal jarak Stasiun ke Pelabuhan itu ternyata duekeeeet sekali. Mendingan jalan deh sambil ngemut permen juga tuh permen blom abis pas kita udah sampe. 


Sampai di pelabuhan jangan buru-buru nyebur ke laut kawan Tujuan kita ke pelabuhan itu untuk nyebrangin ujung jawa. Nyebrangnya bukan berenang tapi naik feri. Cukup ngerogoh Rp 6.000 ajah kita bisa duduk di dek kapal paling atas sambil liat pemandangan malam hari sambil diayun-ayun gelombang. Jangan takut mabok karena cuma 30 menit kok perjalanannya.


Saran saya kalo kita pergi cuma berdua, saat di feri sebaiknya cari kenalan yang punya tempat tujuan sama dengan kita. Seperti yang saya lakukan saat itu. Saya liat ada dua cowo unyu-unyu mondar-mandir di kapal. Saya samperin aja mereka, saya ajak kenalan, tanya mau ke mana dll. Alhasil ternyata dua cowo unyu bernama Haikal dan Dikron juga mau ke Bali dan baru pertama kali ke sana. Daerah yang mau dituju juga sama: Kuta. Horeeeee dapet temen senasib sepenanggungan. Hahahaha. Kenapa saya sarankan untuk cari komplotan? Udah pasti supaya kita bisa nawar ongkos transportasi  lebih murah. 


Setelah 30 menit melakukan perjalanan di laut, kami (kali ini Aku, Opi, Ikal dan Icon) tiba di pelabuhan Gilimanuk. Selanjutnya kami mencari-cari bus yang bisa membawa kami ke Terminal Ubung. Setelah tanya-tanya dan tawar-menawar kami diangkut mini bus dengan tarif Rp 25.000/orang. Perjalanan Gilimanuk-Ubung akan memakan waktu yang cukup lama juga, jadi saran saya di sini masih bisa diberlakukan. Saya sempat tanya-tanya dan ngobrol-ngobrol dengan seorang penumpang yang ternyata dia tinggal dan bekerja di wilayah Kuta juga. Berkat SKSD saya ke Kak Ermes inilah perjalanan kami berikutnya dipandu gratisan olehnya. Puji Tuhan. Mulai dari mencari bemo (angkot) dari Ubung-Kuta, sampai cari penginapan murah di Jl. Poppies Lane 1. Semua berkat tour quide kami yang baik hati ini. Hidup Kak Ermes!! Hehehe. Ongkos bemo dari Ubung ke Kuta ditawar sampai Rp 15.000/orang. Biaya penginapan yang dibuka harga Rp 150.000 ditawar sampai Rp 80.000/malam. Karena kami berempat, kami sewa 2 kamar untuk 4 hari 3 malam. Sebagai ucapan terima kasih atas kebaikan kak Ermes yang rela meluangkan waktu dan mengorbankan jam kerjanya akhirnya kami traktir dia makan siang di McD pinggir pantai Kuta. Makasih ya Kak Ermes..


Ngomong-ngomong soal makan, rada tekor juga nih untuk urusan satu ini. Kami nggak berhasil menemukan rumah makan Jawa di sana. Jadi ujung-ujungnya kalo nggak makan di McD, KFC, yah ke HokBen yang ada di pinggiran pantai Kuta. Sebenarnya kalo mau lebih hemat ya cari rumah makan jawa di mana modal Rp 10.000 udah dapet nasi, ayam dkk plus teh manis. 


Untuk urusan jalan-jalan, di sana banyak jasa tour guide yang siap antar ke sana-sini tergantung permintaan. Tapi kalo niatnya emang backpackeran mendingan sewa motor aja deh jadi mau ke mana-mana bebas. Tarif sewa motor kebanyakan dipasang di harga Rp 60.000 kalo nggak pinter nawar paling mentok Rp 50.000. Tapi sebenernya Rp 30.000 juga bisa kok. Kami sewa Honda Revo per hari cuma Rp 30.000. Bilang aja sama orang lokal nggak boleh pelit. Hihihii.. Honda Revo recomended banget nih. Iritnya dahsyat. Di pake muterin Bali selama 2 hari, dari ujung ke ujung, cuma modal bensin Rp 20.000 dan sisanya masih banyak pula. Kayaknya masih bisa buat di bawa pulang ke Jakarta. Huahahaha! Pokoke hemat tenan. Cocok nih buat yang backpackeran :)

Kalo masalah obyek wisata di Bali, buanyak dah. Ada desa seni Ubud, hutan monyet juga di Ubud, Tanah Lot, Uluwatu, Nusa dua, Kintamani, GWK, Legian, Bali Zoo, Waterpark, dll. Intinya sih 4 hari itu kurang untuk muterin semuanya, jadi kalo mau puas-puasin di sana yah prepare waktu seminggu - sebulan di sana. Kalo mau sebulan di sana lebih baik jangan sewa penginapan tapi pilih kos-kosan ajah lebih hemat.  


Setelah puas di Bali jangan lupa untuk kembali ke rumah. Perjalanan pulang nggak jauh berbeda dari keberangkatan. Hanya saja kita perlu make sure jadwal kereta nya. Jangan seperti saya yang lupa cari info jadwal kereta selama di stasiun. Untung saya dapet  info..yah informan saya kan banyak, itulah keuntungan jadi agen CIA. Hahahaa.. Berdasarkan info tersebut kami melenggang pulang dan meninggalkan bule-bule di Kuta. 


Perjalanan pulang kami diawali dengan manyun-manyun selama 6 jam. Hal ini terjadi karena kami memilih naik bus Ubung-Gilimanuk jam 10:00 pm. Wah kok malem banget sih? Hohoho...tenang...sengaja kami pilih jam itu karena menyesuaikan jam kereta Sri Tanjung dari Banyuwangi-Surabaya yang hanya ada jam 6:00 am. Demi menghindari tidur di stasiun, kami memilih spending time sambil manyun-manyun di Bali. 
Jam 12:00 kami harus check out dari penginapan. Alhasil selama menunggu waktu keberangkatan, kami nongkrong dulu di KFC. Makan siang, ngenet gratis dan deg-degan takut diuir sama pelayannya lantaran udah 3 jam lebih kami duduk di sana. Hehe.. Karena tengsin bercampur ngeri diusir, kami memutuskan pindah ke McD yang letaknya cuma sebelahan dari KFC. Di sanalah kami habiskan sisa waktu kami sebelum kemudian mencari taksi untuk menuju ke Terminal Ubung. Taksi ke Ubung cukup saweran Rp 17.500/orang. Ini berkat tawaran Haikal. Lumayan murmer lah dibanding harus ngojek. Sampai di Ubung kami disambut oleh para calo bus yang agresif dan nakutin. Tas kami diangkut paksa dan seenaknya dimasukin ke dalam bus. Saya dan Haikal buru-buru mengklarifikasi tindakan mereka yg ga beres. Setelah rundingan, tawar-menawar, ngotot, dipaksa-paksa, akhirnya Haikal dengan polosnya bilang "Gini Pak, kami nggak punya duit sebanyak itu. Jadi kami cari dulu bus yang lain yah." Para calo pada manyun, kesel, murka. Kami ngibrit sebelum kembali di mangsa. Halah! Pencarian bus akhirnya berakhir setelah ada yang menerima tawaran kami sebesar Rp25.000/orang. Rese'nya, begitu udah sampe Gilimanuk supirnya ga mau dibayar segitu, maunya Rp30.000. Argh!! Penjahat!! Ikhlasin aja deh...

Dari Gilimanuk kami kembali naik feri dengan tarif yang sama Rp6.000. Setelah 30 menit diombang-ambing di feri, sampailah kami di Banyuwangi. Yup! Nggak terasa udah di Banyuwangi lagi, padahal kayanya baru kemaren dari Banyuwangi nyebrang ke Bali. Waktu cepat sekali berlalu.


Sekitar jam 2:00am kami sampai di Banyuwangi. Berhubung stasiun pasti belum buka, kami ngemper dulu di depan Alfa. Mas-mas yang jaga di Alfa baik banget loh. Dia kasih pinjam tiker untuk kami istirahat. Waw...makasih masnya. Lumayan deh kami bisa istirahat dulu, memejamkan mata sejenak sebelum lanjutin perjalanan yang masih panjang.


Icon @emperan Alfa Banyuwangi

Ikal @emperan Alfa Banyuwangi



Akhirnya setelah sejenak istirahat dan berulang kali numpang pipis di Alfa, jam 4 lewat kami memutuskan jalan kaki ke stasiun. Sampai di sana loket khusus Sri Tanjung belum di buka. Kami menunggu lagi. Tepat jam 5:00am loket Sri Tanjung dibuka, Haikal meluncur di antrian dan membeli 4 tiket @Rp24.000. Lalu (lagi-lagi) kami menunggu. Sri Tanjung datang beberapa waktu berikutnya dan berangkat jam 6:00am. Perjalanan dari Banyuwangi-Gubeng, Surabaya kurang lebih 7,5 jam. Itu berarti kami akan sampai sekitar jam 13:30am. Karena kereta Gaya Baru Malam jurusan Jakarta berangkat jam 14:00 itu berarti kami harus atur strategi untuk buru-buru beli tiket. Yup! Begitu sampai di Stasiun Gubeng, saya langsung meluncur ke loket dan beli tiket
seharga Rp33.500. Beruntung kami dapat tempat duduk. 


Benar saja. Seteah membeli tiket, kereta Gaya Baru Malam datang. Saya buru-buru mencari-cari ketiga kawan yang tadi masih susah payah keluar kereta. Agak sulit juga mencari mereka di tengah kerumunan orang. Setelah ketemu, kami buru-buru naik kereta dan mencari tempat duduk sesuai nomor. Lega juga bisa ngejar kereta.... 


Perjalanan malam itu lebih banyak kami manfaatkan untuk tidur. Cape booo. Dini harinya sekitar pukul 7:30 kami tiba di Stasiun Jatinegara. Perjalanan Surabaya-Jakarta sekitar 17 jam. Melelahkan sekaligus menyenangkan.

Sekarang coba kita kalkulasikan total biaya perjalanan:
Berangkat
Tiket Kereta GBM           Rp  33.500
Tiket Sri Tanjung            Rp  24.000
Becak                               Rp  10.000
Tiket Feri                         Rp    6.000
Bus Gilimanuk-Ubung   Rp  25.000

Bemo Ubung-Kuta          Rp  15.000

Penginapan:
Rp 80.000 x 3 malam     
    Rp 240.000 : 2 =   @  Rp 120.000

Sewa Motor:
Rp 30.000 x 2 hari         
    Rp   60.000 : 2 =   @  Rp  30.000

Bensin                              Rp 20.000

Museum Lukisan
      di Ubud                      Rp  40.000
Mongkey Sanctuary        Rp  20.000
Tanah Lot                        Rp    6.000
Uluwatu                           Rp    3.000

Pulang
Taksi 
     Rp 70.000 : 4 =    @   Rp  17.500
Bus Ubud-Gilimanuk       Rp  30.000
Tiket Feri                         Rp    6.000
Sri Tanjung                      Rp  24.000
GBM ke Jakarta               Rp  33.500

                                     ____________ +


                 TOTAL          Rp 463.500**

**belum termasuk makan dan belanja-belanja yah


Next Trip ke mana yah?

You Might Also Like

3 comments

  1. Hahaha... ditunggu pengalaman perjalanan seru lainnya di blogger... :D

    ReplyDelete
  2. iiiiihhhhh penggeeenn ke bali jugaaa doonkkk.........!!!!!!! (belom pernah ke bali seumur idup nihh) hehehehe infonya keren pile... gw jd kepikirin ke bali dengan cara upilee dehh :)

    ReplyDelete
  3. @ Lee An: Yup, sabarlah menanti...karena mustu nabung dulu sblum berpetualang dan nabungnya lama. wkwkwk

    @ merry: silahkan dicoba..barengan aja sama Lee an. Hehehe...

    ReplyDelete

Yay, you just hit the bottom of the article. Now, let me know your thoughts. Don't forget to subscribe and come back again. Stay blessed!

Cek VLOG terbaruku