Welcome to Woman Of Courage ID. You speak English? Why don't you check my UK blog HERE!

Mister Filipino

By 19 October

Photo by me

This is a story of my first time going abroad by myself.

Dari jauh hari sebelumnya mama udah panik, kuatir banget, takut aku kebingungan selama transit di bandara. Faktor yang menjadi alasannya adalah karena memang aku nggak terlalu lancar berbahasa Inggris. Wajarlah kalo mama kuatir. Tapi aku yakin aku bisa!

Perjalanan di mulai dengan melukin satu-satu orang-orang yang paling aku sayang. Yup! Papa, Mama, Mas Dame, Olo, Ayu, mereka semua mengantarku ke bandara 2D. Setelah memeluk mereka satu-persatu, aku menarik koper merah besarku menuju X-ray portal.
Setelah lolos segera ku tengok kanan kiri mencari tahu lokasi check-in counter Air Asia. Karena mataku udah gak mampu lagi melihat jelas dari kejauhan, kuputuskan bertanya pada seorang petugas yang berdiri tak jauh dariku. Si petugas menunjuk ke sebelah kiri. "Makasih pak" ucapku lalu melenggang ke counter tujuan. Ups! Bagasinya kelebihan 7 kilo! Terpaksa ku seret kembali koperku dan cari pojokan yang cozy buat bongkar barang. Otomatis semua mata tertuju padaku saat aku bongkar-bongkar koper. Gak papa! Harus berani malu dari sekarang! Bisik batinku cengengesan. Akhirnya urusan bagasi dan check-in beres. Setelahnya sudah tentu ke Imigrasi lalu ke boarding gate, manyun-manyun sebentar menunggu kedatangan pesawat dan tak lama capcus bo. Pesawat berangkat ada ngaret, harusnya 17.25 molor jadi 17.40. Itulah Endonesia....

Air Asia yang kupercayakan mengantarku ke Singapura itu mendarat di Changi pukul 20.35 (waktu Singapura). Lalu aku harus mengejar waktu untuk flight ke Manila yang berangkat dari Budget Terminal pukul 00.40. Thats means aku harus segera menemukan lokasi Budget dan sampai di sana 2 jam sebelum keberangkatan. Ilmu bertanya sana-sini pun ku gunakan. Anehnya, setiap kali aku bertanya pada kaum ku (wanita) mereka lebih senang menjawab "I don't know" padahal kenyataannya waktu aku sampai di Budget mereka ada di sana #tepokjidat. Lebih enak tanya ke Mister, dijelasin and give suggest too. 

Sampai di Budget ternyata masih ada waktu untuk duduk-duduk. Tiba-tiba seorang pria menghampiriku dan ngomong sesuatu gak jelas. Sepertinya itu bahasa Filipino. "Sorry I don't speak Filipino" tembakku sok tahu. Eh ternyata dugaanku benar. "Sorry, I think you are Filipino". Yup, ternyata Mister Filipin itu cuma mau memastikan kalau kami satu pesawat. Percakapan nggak berlanjut lagi. Mungkin Mister Filipino malu-malu yak. Akhirnya kuputuskan memulai pembicaraan baru. Senangnya aku berhasil. Lagi asik ngobrol tiba-tiba counter check-in kami di buka. Kami pun ngantri, urutan ke-5 kalo nggak salah. Mister Filipino baik dah, dia mempersilahkan aku untuk duluan, lady first katanya. Wkkwwwkwkkk. Saat giliranku check-in, I had a trouble. Waktu check-in the officer mintain semua identitas dan suat-suratku. Ujung-ujungnya aku nggak bisa ikut flight karena nggak punya tiket balik ke Indonesia. Mereka nggak percaya aku ambil sekolah singkat karena di KTP dan Passport tertulis aku 'Wiraswasta'. Mereka kira aku mau bisnis atau kerja kali yah. "So, what should I do now, miss?" kata-kata ini meluncur dari bibirku seiring pasrah, bingung, kesel, dll yang campur aduk. "You have to buy ticket.." officer menunjuk counter pembelian tiket. Well, aku harus urus ini secepatnya biar gak ketinggalan pesawat. Sebelum melangkah menuju counter tiket, dengan modal sok deket ku katakan pada si Mister untuk membantuku mengurus semua ini setelah ia selesai check-in. Si Mister mengangguk dan tersenyum. Cieeee....manis juga ni cowok. Hush!! 

Benar saja ternyata dia sangat membantu. Masalah itu pun teratasi. Tapi alamak!! Aku harus ngantri di urutan paling belakang sekarang. Karena nggak enak sama si Mister, maka kuijinkan dia ke boarding gate duluan. "Thank you Mster, sorry I bother you....". "Its okay,... Ronald" eh dia nyebut nama..nyodorin tangan..maksudnya...oh iya ya dari tadi belum tau namanya. Untunglah kelemotanku lagi gak kumat saat itu, kusambut tangannya "Fillia.. thank you Mister Ronald. See you at Manila." 

Sedih ga ada yang nemenin lagi. Aku pun kembali seorang diri, manyun-manyun nunggu antrian. Orang-orang di sekitarku semuanya rame-rame sama temennya, garing kan kalo tiba-tiba nimbrung. Ya udahlah manyun aja lagi. 

Urusan di check-in counter akhirnya beres.X-Ray, Imigrasi, X-Ray lagi, Boarding lounge. Eh itu Mister Ronald. Pas banget aku lihat dia dan dia lihat aku. Ketemu lagi deh. Ngobrol lagi. Ternyata si Mister Katolik. Percakapan pun makin akrab. Saat itulah aku baru tahu bahwa dia seorang Arsitek di Singapur. Walaupun di pesawat kami pisah tempat duduk, karena aku di 7A dan dia 9C, begitu pesawat mendarat di Manila, lagi-lagi Mister Ronald berjasa membantuku urus transit. Hiks...sedih harus berpisah di sini. Makasih ya Mister. Bodohnya kenapa aku nggak minta no hape atau fb untuk keep contact dengannya. 

Di setiap petualanganku, selalu saja aku menemukan orang-orang seperti Mr Ronald. Bagiku mereka malaikat yang dikirim Tuhan untuk membantuku. Makasih Tuhan, makasih Mr. Ronald. 

You Might Also Like

1 comments

Yay, you just hit the bottom of the article. Now, let me know your thoughts. Don't forget to subscribe and come back again. Stay blessed!

Cek VLOG terbaruku