Welcome to Woman Of Courage ID. You speak English? Why don't you check my UK blog HERE!

Menikah di Inggris: Registry Office

By 18 May


Hari ini tepat sepuluh hari menjelang hari pernikahan gue. Dan kali ini gue mau share sedikit tentang perjuangan gue dan Andrew selama mengurus surat legal demi berlangsungnya pernikahan kami nanti. Menikah di negeri orang sudah pasti akan berurusan dengan status imigrasi kita. Jadi jangan harap bisa nikah kalo status kita imigran gelap. Apalagi UK semakin hari semakin memperketat undang-undang imigrasi mereka.

Biasanya orang Asia yang mau menikah dengan British citizen harus mendaftar fiance visa dulu, kecuali kalo kalian bakal menikah di luar UK. Proses unuk mendapatkan visa ini juga gak mudah loh, lantaran ada persyaratan keuangan yang harus dipenuhi demi mendapat status eligible to apply. Beruntunglah gue yang memang sudah tinggal di Inggris sejak tahun 2013 lalu dengan visa Charity Worker (Tier 5). Karena gue sudah di Inggris, gue gak perlu apply fiance visa. Tapi masih ada tahap rumit yang harus dilewati.

Siapa saja yang mau menikah di negeri ini harus lapor ke Registry Office di wilayahnya masing-masing. Gue dan Andrew sama-sama tinggal di Milton Keynes, so kami pun harus lapor ke Registry Office Milton Keynes yang letaknya ada di Bletchley. Sebelum melapor, kami harus book appointment terlebih dulu, dan pastikan untuk cek dokumen apa saja yang dibutuhkan, dan juga biayanya. Pengalaman kami dalam tahap ini agak pahit. Pihak Registry Office hanya memberikan informasi lewat website mereka, sayangnya website mereka gak memberikan keterangangan jelas soal dokumen-dokumen yang diperlukan. Kami mencoba menghubungi mereka via telepon dan email, tapi yang kami dapat cuma anjuran untuk mengecek website mereka. Ergh! Benar saja.. appointment pertama kami gagal, dan uang pendaftaran sebesar £70 hangus. Kami diharuskan membuat janji lagi dan kembali dengan membawa jumlah uang pendaftaran yang sama. *pemerasan*

Tiga minggu setelahnya kami kembali dan syukurlah akhirnya semua dokumen beres dan aplikasi kami langsung diurus. Berikut dokumen yang perlu disiapkan:

Dokumen pihak British:
- Bukti Alamat, misalnya rekening listrik atau rekening bank (6 bulan)
- Slip gaji
- Paspor
- Foto Paspor

Dokumen gue:
- Bukti alamat (akhirnya gue pake rekening bank setelah surat dari sponsor gue ditolak)
- Paspor
- Foto Paspor

Karena gue menetap di Inggris dengan visa charity, Registry Office gak punya wewenang untuk mengijinkan pernikahan kami tanpa melapor ke Home Office. Jadi dikirimlah aplikasi kami ke Home Office yang mana prosesnya memakan waktu 28 hari, atau sampai 70 hari jika harus diadakan pengecekan lebih lanjut. Di sanalah segala urusan keimigrasian dicek. Jika diperlukan, mereka berhak untuk menghubungi keimigrasian di Indonesia untuk memastikan apakah profil gue benar, dan gak ada tipu-tipu. Maklumlah, banyak kasus fraud di mana pernikahan di UK dipakai sebagai kedok mendapatkan visa untuk tinggal dan bekerja di negeri ini. Gak heran kalo negeri ini makin sudzon sama orang asing. Hahahaha.

Kala itu kami cuma bisa berdoa semoga prosesnya cepat, karena tanpa itu kami gak bisa ngurus gedung, katering, dan perintilan lainnya untuk hari pernikahan yang juga gak lama lagi. Syukurlah kurang dari 28 hari kami mendapat surat dari Home Office yang menyatakan bahwa mereka gak perlu melakukan investigasi lebih lanjut atas aplikasi kami. Dan tepat di hari ke 28 setelah aplikasi kami masuk, pihak gereja menerima sertifikat yang dikeluarkan oleh Registry Office bahwa kami layak untuk menikah. Jadi memang sertifikat itu tidak dikirim ke kami, tapi langsung ke pihak yang akan menikahkan kami.

Begitu dengar kalo sertifikat kami udah keluar dan diterima gereja, gue langsung semangat banget ngelanjutin persiapan pernikahan kami. Seperti yang gue sempat mention di pos sebelumnya, pernikahan impian gue itu simple dan crafty. Kalo mungkin pengen deh semuanya handmade. Di postingan berikutnya gue akan ceritakan apa-apa saja yang gue siapkan handmade, mulai dari dress sampai perintilan kecil untuk dekorasi.

Nah, menurut kalian rempong mana: nikah di Indo atau di Inggris?

Stay courageous,



You Might Also Like

2 comments

  1. Hai mbak ^^ ribet banget yah .ya ampun. Ak doain semoga lancar ya prosesnya sampai hari H.

    Gampang di indo mbak tinggal diselipin selembar dua lembar uang yg warna biru juga dipermudah :p

    ReplyDelete
  2. Wahhhh ribetnyaaaa ngurusin nikahan. Semoga kalian berdua bahagia ya.

    Btw kalo disuruh ngebandingin, aku bingung nih, soale belum pernah menikah.

    ReplyDelete

Yay, you just hit the bottom of the article. Now, let me know your thoughts. Don't forget to subscribe and come back again. Stay blessed!

Cek VLOG terbaruku