Welcome to Woman Of Courage ID. You speak English? Why don't you check my UK blog HERE!

Apa Hubungannya Pernikahan Dengan Hiking?

By 16 November


Apa hubungannya pernikahan sama hiking? Ga ada kan? Mungkin memang gak ada, tapi di postingan ini aku mau berbagi sedikit tentang perjalananku sewaktu hiking ke Curbar Edge hari Minggu kemarin. Terus kenapa bawa-bawa pernikahan? Misleading nih judulnya, mbak Fil!

Bear with me, guys. Postingan ini memang sebuah postingan refleksi dari perjalananku dengan Andrew dan Shine (seorang kawan dari Cina) sewaktu hiking kemarin.
Cuaca hari itu cukup cerah. Walaupun wilayah Derbyshire cukup dingin, tapi matahari tak enggan berbagi sinarnya. Syukurlah tidak hujan. Aku, Andrew, dan Shine memulai perjalanan dari kaki bukit batu Curbar Edge bermodalkan niat untuk sebuah petualangan seru.

Dengan mengenakan walking boots dan jaket waterproof yang memang dirancang khusus untuk hiking, kami berjalan menembus semak-semak kering di kaki buki batu. Kami mencoba mencari trek untuk naik ke puncak.

Perjalanannya cukup menantang karena kami memang sengaja tidak mengambil rute yang biasa di lewati orang. Andrew bertugas sebagai navigator, sementara aku dan Shine hanya mengekor di belakangnya. Baru beberapa saat menembus belukar, meloncati bebatuan, dan menapaki permukaan tanah yang curam dan licin,langkah kami harus tehenti lantaran mendapati sebuah tembok. Andrew , sang navigator, meneliti area sekitar kami. Aku tahu ia mencoba mencari peluang lain selain meloncati tembok itu. Tapi yang tampak hanya semak kering dan tanah berlumpur dan berbatu yang licin. Tak ada jalan lain. Yang tersedia hanya dua pilihan: meloncat tembok atau menaklukkan semak dan tanah berlumpur tadi.

Seperti biasanya, Andrew butuh watu untuk memutuskan sesuatu. Belum sempat ia memutuskan pilihan, Shine, kawanku, sudah lebih dulu meloncati tembok tadi. Aku tersenyum. Shine memutuskan pilihan yang juga akan kupilih dengan mudah tanpa babibu kalau aku tak sedang bersama Andrew. Iya, kalau aku navigatornya, sudah pasti aku akan memilih meloncati tembok itu.

Shine berdiri menatapku dari balik tembok itu saat Andrew akhirnya memutuskan untuk menerjang sekali lagi semak kering dan tanah becek tadi. Tentu aku punya pilihan: Ikut Shine atau ikut Andrew. Dan sejujurnya, ada dorongan besar dalam diriku untuk meloncat tembok saja, tapi toh aku diam di tempatku berpijak beberapa saat sampai kemudian aku dan Andrew berdiskusi singkat tentang alasannya memilih semak kering itu.

"Shine, you go to that wall, we will see you there. I will follow my husband." Seruku pada Shine sambil menunjuk tembok di sisi lainnya yang paling rendah dan memungkinkan untuk dilompati. Aku akhirnya memutuskan untuk ikut Andrew.

Menembus hamparan belukar dan menapaki tanah becek mungkin tampak membosankan buatku dibanding melompati tembok dan menempuh jalan lain yang terlihat lebih fun. Tapi aku memilih semak kering itu dengan alasan karena aku ingin 'menyamakan langkahku' dengan Andrew, suamiku. Aku ingin dia tahu bahwa aku menghormati dan mendukung keputusan yang diambilnya.

Mungkin hal ini terlihat sepele, tapi sesungguhnya ini adalah pembelajaran berharga buatku yang baru saja memasuki kehidupan pernikahan. Aku diingatkan bahwa akan ada saatnya di mana aku akan diperhadapkan pada pilihan antara mengikuti kemauanku sendiri atau melibatkan suami dalam memutuskan sesuatu.

Dan sama halnya seperti perjalan mendakiku kala itu, kehidupan pernikahanku baru saja dimulai, dan perjalananku masih panjang. Banyak hal yang masih perlu kulalui, dan kupelajari bersama dengan suamiku. Mungkin jalannya tak kan selamanya mudah dan fun, tapi ketika aku tiba di puncak, aku akan mengerti dan mensyukuri setiap details yang harus kami lalui. Selama langkah dan tujuannya sama, aku yakin kami akan baik-baik saja.

Anyway, kalian bisa nonton Vlog hiking ku di channel youtube ku di sini, atau kalian juga bisa nonton di video di bawah ini.





Stay Courageous,


You Might Also Like

0 comments

Yay, you just hit the bottom of the article. Now, let me know your thoughts. Don't forget to subscribe and come back again. Stay blessed!

Cek VLOG terbaruku